Thursday, March 5, 2015

suku yang paling ditakuti





              


             Ada banyak sekali suku di dunia ini,yang masing masing punya keunikan dan ke khasan sendiri sebagai contoh seperti suku badui yang tidak mau memakai fasilitas tekhnologi masa kini karena menurut merreka itu haram hukumnya,dan ada juga suku kubu di daerah pedalaman hutan jambi dan masih banyak lg suku suku lainnya di Indonesia maupun di belahan dunia lainnya…
                Tapi dari semua suku yg ada mungkin inlah suku yg paling ditakuti.. kenapa??Karena mereka KANIBAL… kanibal???  Yaps… KANIBAL (memakan sesama manusia) dan lebih parahnya lagi mereka hidup ditengah tengah masyarakat.mereka adalah suku aghori yang hidup di india.. Suku Aghori dari Varanasi ini sering berpesta daging manusia, dan tinggal berada di dekat lokasi kremasi, di mana mereka mencari pencerahan spiritual.
Para biksu suku ini wajahnya dicat dan manik-manik halus menggantung di leher mereka, gambar-gambar mereka yang luar biasa diambil oleh fotografer Italia Cristiano Ostinelli, yang menghabiskan waktu dengan suku ini untuk menemukan lebih banyak tentang cara hidup mereka.
Para anggota suku misterius ini tinggal di kuburan dan pesta daging manusia, menjadi bagian dari ritual mereka, serta minum dari tengkorak manusia, mereka tidak segan mengunyah kepala binatang hidup dan bermeditasi di atas mayat untuk mencari pencerahan spiritual.
"Ada misteri besar di sekitar mereka, dan orang-orang Indian takut kepada mereka, mereka mengatakan bisa memprediksi masa depan, berjalan di atas air dan melakukan nubuat jahat," kata Mr Ostinelli yang kami kutip dari Dailymail.
. Para biksu juga menggunakan kombinasi antara ganja, alkohol dan meditasi untuk membantu mereka mencapai keadaan terputus dari kesadaran tinggi dan membawa diri mereka lebih dekat dan dihormati dewa Hindu Siwa.

Suku Aghori juga percaya bahwa dengan membenamkan diri tanpa prasangka, dalam apa yang orang lain anggap tabu atau mengganggu, mereka berada di jalur untuk mencapai pencerahan.

Mereka hidup di antara situs kremasi di India--di mana Dewa Siwa dan Dewi Kali Ma tinggal--dan memakan apa yang orang lain buang.

Di India sendiri, mayat biasanya dikremasi dan kemudian abunya disebar ke sungai Suci Gangga, tetapi beberapa mayat dibuang begitu saja tanpa melalui proses kremasi.

Suku Aghori ini akan mengumpulkan sisa-sisa mayat tersebut, dan menggunakannya untuk pencerahan spiritual mereka, seperti memakai mayat, memakannya atau bangunan alter dari tubuh mayat tersebut.

Para biksu percaya bahwa, daging dan darah yang fana akhirnya tidak penting. Mereka sudah terbiasa tinggal di kuburan, di mana di sekitarnya ada kematian dan bau busuk.

Suku ini menghindari barang-barang material, dan sering berjalan-jalan telanjang. Hal ini mendorong dari apa yang mereka lihat sebagai delusi duniawi, dan menandakan tubuh manusia yang baik dalam bentuk yang paling murni.

sumber: viva.co.id dengan sedikit perubahan

Australia Tawarkan Pertukaran Napi demi Selamatkan Duo Bali Nine


CANBERRA - Dua warga negara Australia yang menjadi terpidana mati di Indonesia, Andrew Chan dan Myuran Sukumaran telah diboyong dari Lapas Kerobokan, Denpasar ke Pulau Nusakambangan untuk menjalani eksekusi. Namun, semakin dekatnya waktu eksekusi terhadap Chan dan Sukumaran tak menyurutkan pemerintah Australia untuk menyelamatkan dua warganya yang dikenal dengan julukan duo Bali Nine itu.
Yang terkini, Australia berupaya membujuk pemerintah Indonesia demi menyelamatkan Chan dan Sukumaran dari eksekusi mati. Pemerintah di Negeri Kanguru itu menawarkan adanya tukar-menukar narapidana dengan Indonesia.
Menteri Luar Negeri Australia, Julie Bishop mengatakan, dirinya pada Selasa sore lalu (3/3) telah melakukan pembicaraan per telepon dengan Menlu RI, Retno Marsudi. Dalam pembicaraan itu, Bishop menawarkan tukar-menukar narapidana antara Australia dengan Indonesia demi menghindarkan duo Bali Nine dari eksekusi mati.
“Yang kami cari untuk dilakukan adalah sebuah peluang untuk membicarakan opsi-opsi yang mungkin ada di wilayah transfer narapidana, pertukaran napi,” kata Bishop saat berbicara di Canberra, seperti dikutip The Age.
Ia mengakui bahwa pembicaraan itu memang belum menyentuh persoalan detail. “Namun kami mencari sebuah kesempatan, sebuah jalan lebar yang bisa jadi tersedia untuk menyelamatkan dua orang itu (Chan dan Sukumaran, red,” tutur Bishop.
Karenanya, ia berharap agar nota kesepahaman tentang pertukaran narapidana antara Indonesia dengan Australia bisa terwujud. Sebab, faktanya memang ada warga negara Indonesia (WNI) yang menjadi narapidana di Australia.
“Saya tidak masuk secara spesifik, tapi saya mencatat ada warga Australia dipenjara di Jakarta dan ada orang Indonesia menjadi narapidana di Australia dan kami perlu menjajaki beberapa peluang, pertukaran narapidana, pemindahan, dan apakah itu bisa dilakukan di bawah hukum Indonesia,” katanya seperti dikutip ABC.
Hanya saja, Australia belum mendapat jawaban dari Indonesia. Sebab, Bishop masih harus menanti jawaban dari Menlu RI Retno Marsudi yang akan membawa opsi itu ke Presiden Joko Widodo. Saat ini memang terdapat tiga WNI yang menjadi terpidana kasus narkoba di penjara Australia. Ketiganya adalah Kristito Mandagi, Saud Siregar dan Ismunandar yang ditangkap pada 1998 karena membawa ratusan kili heroin di Pelabuhan Macquarie, New South Wales.
Mandagi dijatuhi hukuman 25 tahun penjara. Sedangkan Saud dan Ismunandar dihukum 20 tahun penjara.
Sementara Perdana Menteri Australia, Tony Abbott mengaku berupaya melakukan pembicaraan akhir melalui telepon dengan Presiden Indonesia Joko Widodo. Abbott merasa perlu meyakinkan pemerintah Indonesia bahwa Chan dan Sukumaran tak semestinya dihukum karena berperilaku baik selama di penjara.
“Orang-orang ini telah memerangi kejahatan dan mereka menjadi aset bagi Indonesia melawan kejahatan narkoba. Ketika anda memiliki aset, tentu anda tak akan merusaknya,” ucapnya.(theage/abc/ara/jpnn)



Powered By Blogger